Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Walang Goreng, Makanan Khas Gunungkidul Anti Mainstream

Walang Goreng, Makanan Khas Gunungkidul Anti Mainstream

Gunungkidul sebagai kota pariwisata tentu memiliki makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh wisatawan. Namun uniknya, Gunungkidul selalu memiliki makanan-makanan anti mainstream yang membuat banyak wisatawan heran dan tak habis pikir. Beberapa makanan tersebut dianataranya ulat jati goreng yang penduduk lokal sebut ungkrung dan belalang atau walang goreng.

Belalang di Gunungkidul merupakan hama bagi para petani. Sehingga keberadaanya sering dianggap sebagai parasit. Belalang juga akan lebih banyak ketika musim hujan dan sedikit di musim kemarau. Langkanya belalang goreng mempengaruhi harga satu toples belalang. Jika sedang pada masa sulit mencari belalang maka harga akan sangat tinggi bisa mencapai Rp. 40.000. Namun saat persediaan banyak harganya hanya Rp. 25.000.

Dari kedua makanan ekstrem ini yang paling terkenal dan mudah dijumpai yaitu belalang goreng. Ulat jati atau ungkrung goreng ada hanya pada musimnya saja. Awalnya belalang goreng ini menjadi makanan camilan penduduk lokal. Sampai kemudian diproduksi oleh penduduk lokal dan dijual di pinggir jalan. Saat ini , karena sudah banyak yang tahu dan banyak yang mencari makanan ini, belalang goreng tersedia di setiap toko pusat oleh-oleh di Gunungkidul.


Meski awalnya terkejut saat mendengar makanan ekstrem ini, para wisatawan justru tambah penasaran dan ingin mencoba untuk mencicipinya. Rasa dari belalangnya sendiri seperti rasanya sebelas dua belas dengan udang goreng. Biasanya belalang goreng dijual dengan tiga varian yaitu pedas, manis, dan gurih. Manfaat dari belalang sendiri yaitu kaya akan protein. Namun meski menyehatkan tidak semua orang bisa memakan belalang. Terdapat juga orang yang makan belalang kemudian mengalami alergi hingga muncul ruam di kulit karena gatal. Oleh karena itu, wisatawan yang hendak membeli sebaiknya hati-hati jika memiliki alergi.

Ada banyak pedagang belalang goreng di pinggir jalan tepatnya di jalan Jogja-Wonosari dekat Taman Hutan Raya (Tahura) Gunungkidul. Beberapa dari mereka ada yang sudah dikemas langsung dalam toples da nada yang menawarkan untuk digoreng dadakan biar hangat saat dimakan. Selain yang sudah matang, terdapat juga penjual belalang mentah. Biasanya mereka menjual belalang dalam bentuk rentengan dan bisa dimasak sendiri di rumah.

Posting Komentar untuk "Walang Goreng, Makanan Khas Gunungkidul Anti Mainstream"